BENTUK rasa syukur petani atas keberhasilan dari segala bentuk usaha yang di capai, Warga masyarakat Desa Pusaka Jaya Selatan kecamatan Cilebar kabupaten Karawang menggelar Babarit atau Hajat Bumi yang setiap tahun di laksanakan
Antusias Warga datang berbondong-bondong untuk ikut memeriahkan adat desa serta di iringi kesenian dan menpilkan kreasi anak – anak dengan menampilkan seni ibing pencak silat, selain itu dilaksanakan arak arakan dongdang yang berkeliling lingkungan desa.
Pelepasan arak arakan Dongdang Achmad Kartiwa Camat Cilebar, dengan diiringi kesenian tradisional. Dongdang (wadah palawija hasil bumi) seperti padi, sayuran, buah-buahan dan hasil bumi lainnya , Sabtu 24/01/2026
Achmad Kartiwa, Camat Cilebar, menyampaikan, dengan mengadakan tradisi hajat bumi di Desa Pusakajaya Selatan, dirinya merasa bangga atas partisipasi semua pihak khususnya masyarakat Desa Pusakajaya Selatan dengan tradisi hajat bumi yang begitu sangat antusias penuh semangat kebersamaan.
“Kami ingin mengajak para generasi muda dengan digelarnya tradisi hajat bumi agar dapat mempertahankan dan melestarikan budaya yang sudah ada jaman dahulu, agar jangan tergerus oleh budaya asing, dalam acara ini banyak nilai positif yang dapat diambil dan diterapkan dalam kehidupan sehari - hari, diantara tentang kebersamaan,” ucapnya.
Kepala Desa Pusakajaya selatan Yulike, kepada awak media,waktu ditemui disela-sela kesibukannya dilokasi mengatakan, tradisi hajat bumi dalam rangka bentuk rasa syukur para petani kepada Allah SWT atas limpahan Rizki yang diberikan dari hasil panen bumi.
Pemerintahan Desa (PEMDES) Pusakajaya Selatan Kecamatan Cilebar bersama warga masyarakat kompak menyelenggarakan acara tradisi hajat bumi. Kegiatan yang dijadikan ajang mempererat silaturahmi antar warga,” terangnya.
Ditempat yang sama ditengah kemeriahan pentasan kesenian tradisional, M Tajuddin Nur sebagai Ketua panitia pelaksana tradisi hajat bumi di Desa Pusakajaya Selatan mengatakan, bahwa tradisi hajat bumi rutin dilaksanakan setiap tahun setelah panen padi.
“Kegiatan ini adalah sebagai tanda akan dimulainya bercocok tanam sehingga tradisi ini sebagai bentuk rasa syukur kami kepada Tuhan Yang Maha Esa atas pemberian rezeki yang cukup melimpah berupa hasil panen padi,” pungkasnya***Nani.W
0 Komentar