PRESIDEN RI,. H. Prabowo Subianto umumkan kepada dunia keberhasilan negara dalam swasembada pangan dari sektor pertanian
Keberhasilan swasembada pangan disampaikam Presiden RI,Prabowo Subianto dalam sambutan sekaligus panen raya pada hari ini, Rabu 07/01/26 di kecamatan Cilebar, Kabupaten Karawang.Jawa Barat
Acara Panen rayamenjadi tonggak sejarah baru RI yang sudah tak lagi mengimpor beras dan berhasil mencapai swasembada pangan pada 2025.
Disambut ribuan petani Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan di Karawang, yang menandai capaian cadangan beras Indonesia sebanyak 3 juta ton di tahun ini.
Mengenakan safari berwarna krem, Presiden Prabowo tiba di lokasi acara sekitar pukul 11.13 WIB. Setibanya di lokasi acara 'Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan', dari atas mobilnya, Prabowo menyapa para warga yang berada di lokasi.
Dalam acara tersebut Prabowo didampingi Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Wamentan Sudaryono, dan Menko Pangan Zulkifli Hasan. Turut hadir juga Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi IV Titiek Hediyati Soeharto, hingga Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Swasemba Pangan Berkelanjutan
Upaya pemerintah dalam menjaga swasembada pangan berkelanjutan terus diperkuat. Kementerian Pertanian (Kementan) secara resmi membentuk 33 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.
Pembentukan Balai Besar tersebut ditetapkan melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 39 Tahun 2025. Kebijakan ini bertujuan menghadirkan pendampingan teknologi pertanian secara langsung di daerah guna mendukung program swasembada pangan nasional.
Secara struktural, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian berada di bawah koordinasi Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BPMP). Lembaga ini bertanggung jawab dalam mengoordinasikan penerapan hasil perakitan dan perekayasaan teknologi pertanian yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik wilayah.Kepala BRMP Fadjry Djufry mengatakan, bahwa pembentukan 33 Balai Besar tersebut merupakan peningkatan status dari unit Balai Penerapan Modernisasi Pertanian yang telah beroperasi sebelumnya.
Menurutnya, peningkatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas implementasi program dan kebijakan Kementan.“Melalui jaringan kerja yang terintegrasi dari pusat hingga daerah, BRMP berperan strategis dalam mempercepat modernisasi pertanian melalui inovasi teknologi, penerapan standar mutu, serta penguatan kapasitas kelembagaan,”katanya.
Ia menambahkan, Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian akan menjalankan berbagai fungsi, mulai dari identifikasi kebutuhan teknologi, verifikasi, perekayasaan dan pengujian, hingga diseminasi serta penerapan paket teknologi spesifik lokasi dan model pertanian modern.
Selain itu, Balai Besar juga memiliki peran penting dalam produksi benih dan bibit sumber unggul yang tersertifikasi sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian nasional.
“Keberadaan Balai Besar ini bertujuan menjamin ketersediaan benih dan bibit sumber bermutu sebagai dasar peningkatan produksi pertanian, sekaligus memperkuat swasembada pangan dan ketahanan pangan nasional,”paparnya.
Lebih lanjut, Fadjry menyampaikan bahwa Balai Besar diharapkan dapat menjadi pusat fasilitasi dan pendampingan bagi pelaksanaan program pembangunan pertanian di daerah.
Pemerintah sendiri berkomitmen untuk terus mempercepat modernisasi sektor pertanian, meningkatkan kapasitas petani dan pelaku usaha, serta mewujudkan sistem pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berdaya saing.
Peningkatan Teknologi Pertanian
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, bahwa modernisasi dan pemanfaatan teknologi merupakan kunci peningkatan produksi pangan nasional.
Menurutnya, penerapan teknologi dan mekanisasi pertanian mampu meningkatkan hasil produksi secara efisien sekaligus menekan biaya.
Ia pun mendorong pemanfaatan teknologi unggul secara luas demi mewujudkan kemandirian pangan.“Kita harus serius dalam meningkatkan produksi pangan. Pertanian harus berbasis inovasi dan teknologi.
Dengan teknologi, produktivitas meningkat, indeks pertanaman naik, dan biaya produksi dapat ditekan. Inilah transformasi pertanian dari sistem tradisional menuju mekanisasi penuh,”pungkasnya.
Nani.w
0 Komentar