PEMERINTAH Daerah Kabupaten (Pemkab) Karawang, ikuti program pemerintah pusat terkait kebijakan Work From Home (WFH)
bagi ASN ,soal efisiensi kerja, tetapi juga bagian dari respons terhadap gejolak energi global.
Pemkab memperkirakan kebijakan ini mampu menghemat anggaran sekitar Rp1 miliar hanya dalam sebulan melalui penurunan konsumsi
BBM dan listrik.
Munculnya langkah di tengah tekanan harga energi dunia akibat perang yang melibatkan Israel dan AS melawan Iran, yang telah memicu kenaikan harga minyak global dan gangguan pasokan energi, termasuk ancaman terhadap alur distribusi minyak utama seperti Selat Hormuz.
Dampak konflik ini telah mendorong harga
energi dunia naik tajam dan meningkatkan risiko krisis BBM di berbagai negara.
Bupati H. Aep Syaepuloh, S E, menyampaikan sebagai simbol komitmen pada efisiensi datang ke kantor menggunakan mobil listrik pribadinya, sedangkan Sekretaris Daerah (Sekda) Asep Aang Rahmatullah memilih sepeda motor, diikuti sejumlah staf.
'Aksi itu menjadi contoh langsung agar ASN lebih hemat dalam konsumsi energi transportasi, Pemkab Karawang menyiapkan sistem pengawasan ketat bagi ASN saat WFH, termasuk absensi berkala berbasis GPS dan laporan kinerja harian melalui aplikasi
digital', jelasnya
"Seluruh ASN juga didorong menggunakan sepeda atau motor jika tinggal dekat kantor, sementara kendaraan dinas akan ditarik dan disimpan di Galeri Nyi Pager Asih bila tidak digunakan dalam tugas jauh", tuturnya
Sementara Sekda Asep Aang Rahmatullah menegaskan meskipun WFH diterapkan untuk mengurangi konsumsi BBM dan energi listrik, pelayanan publik sektor vital tetap berjalan normal dengan sistem piket.
0 Komentar