Karawang,-Maxnews.co.id
BUPATI Karawang H.Aep Syaepuloh.S E. Klarifikasi terkait kontroversi keberadaan ‘map bertuliskan Bupati Karawang’ di rumah eks Kepala Badan Gizi Nasional BGN, Dadan Hindayana, saat dilakukan penggeledahan oleh Kejagung, jika map tersebut adalah miliknya. Tetapi ditegaskannya, dokumen tersebut hanya berkaitan dengan masalah kekurangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk kategori Balita, ibu Hamil, ibu Menyusui (3B) termasuk Stunting di wilayah Karawang.
Hal tersebut disampaikan Bupati usai melaksanakan Apel pada hari Senin bertempat di Plaza Pemda Senin 08/06 /26.
Betul , "map itu adalah surat pengajuan dari kita, karena kita kekurangan SPPG untuk kategori 3B terus apa salahnya, Karena salinan suratnya pun ada di saya,” katanya
'Kabupaten Karawang saat ini masih kekurangan 147 SPPG. Fasilitas ini sangat krusial untuk melayani kelompok 3B, yakni ibu menyusui, ibu hamil, dan balita stunting, terutama di wilayah 3T (terluar, terpencil, dan terjauh)'.jelasnya
Meski kebutuhan SPPG di Karawang tergolong besar, Aep menyebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang baru mengajukan 12 dapur yang masuk kategori sangat prioritas.
"Keperluan itu memang banyak, namun karena kita menilai mana yang sangat prioritas, itu pun yang baru kita ajukan hanya 12 dapur. Meskipun sampai saat ini belum ada tindak lanjut pasca insiden pengeledahan Kepala BGN kemarin", tuturnya
Terkait keberadaan Map “Bupati Karawang” dalam proses penggeledahan di rumah eks Kepala BGN oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), Aep menilai hal itu sebagai sesuatu yang wajar dalam urusan birokrasi.
Sebagai kepala daerah, demi untuk kepentingan pembangunan Daerah,kita sering mengirimkan dokumen serupa ke berbagai kementerian
" Kan bukan hanya di BGN, kemarin juga saya ajukan ke Danantara terkait kerjasama penanganan sampah, ke Kementerian PU terkait pagar laut, bahkan juga ke Kemensos terkait dengan sekolah rakyat. Map nya sama keperluannya sama,” ujarnya
Selanjutnya Aep berharap seluruh pengajuan untuk kebutuhan masyarakat Karawang bisa segera terealisasi. Ia menekankan bahwa bantuan dari Pemerintah Pusat sangat dibutuhkan di tengah keterbatasan anggaran daerah saat ini.
“Yah harapan kami semua yang diajukan, bukan hanya di BGN, ini segera terwujud yah. Karena ditengah pengurangan TKD, dan keterbatasan anggaran, tentu kami memerlukan bantuan dari pemerintah pusat,” pungkasnya.
Red
0 Komentar